Saat ini, mungkin tidak sedikit pendukung Manchester United yang menginginkan Jose Mourinho dipecat dari pekerjaannya. Terlebih berkat kekalahan memalukan 0-3 atas Tottenham di sangkar sendiri, para suporter Setan Merah menilai bahwa sang instruktur asal Portugal tersebut tak lagi layak duduk di dingklik manajerial MU. Gaya bermain defensif yang menjadi trademark Mourinho terlihat lamban, tampak tak menarik dan terlihat begitu usang. He's not special anymore, begitu mungkin pikir para pendukung MU dikala ini.

Namun, apa yang terbaca di media seringkali bukan sesuatu yang benar-benar sanggup dipercaya. Jose Mourinho mungkin dikala ini tampak menyerupai public enemy no.1, antagonis paling menyebalkan yang harus cepat-cepat disingkirkan. Kenyataannya, apapun isu yang Anda baca di media, hampir seluruh pemain yang pernah bekerja bersamanya, menaruh respek yang sangat tinggi untuk laki-laki asal Portugal ini. Salah satunya, yaitu Daley Blind.

Mantan bek Setan Merah yang telah mengabdi selama kurang lebih 4 tahun tersebut baru-baru ini menawarkan kebanggaan di tengah banyaknya cacian untuk mantan bosnya. Blind menyampaikan bahwa selama 2 tahun berada di bawah bimbingan Mourinho, semuanya berjalan sangat positif untuknya. Pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh Mou, berdasarkan Blind, sangat membantunya ketika ia kembali ke Ajax Amsterdam tahun ini.

"Saya bermain hampir 150 kali untuk MU dan memenangkan 4 trofi di sana. Saya mengalami banyak waktu andal yang menyenangkan. Saya sangat berterima kasih untuk para suporter yang hebat. Saya sangat berterima kasih untuk Mourinho. Sangat menyenangkan sanggup berafiliasi dengannya."

Daley Blind meninggalkan Ajax pada tahun 2014, dan ekspresi dominan ini kembali ke sana dengan nilai transfer tak kurang dari 14 juta poundsterling sehabis MU menyatakan bahwa mereka kelebihan pemain di posisinya. Blind bersikeras bahwa hubungannya dengan Mourinho sangatlah baik meski hanya tampil 7 kali di sepanjang ekspresi dominan lalu.

"Saya berguru banyak dari Mourinho. Dia yaitu seorang pemenang sejati dan mental itu berhasil ia salurkan dengan baik ke dalam tim."

Jadi, berdasarkan Anda, apakah seorang Jose Mourinho masih patut untuk dipertahankan oleh Manchester United? Atau justru Anda berpikir bahwa ia harus cepat-cepat dipecat?


Apakah Jose Mourinho layak dipertahankan sebagai instruktur Man Utd?

Ya, Dia sangat Layak!
No! Pecat ia kini juga!
Saya tidak peduli!
Created with QuizMaker

Daley Blind : Mourinho Yaitu Seorang Pemenang Sejati!

Highlight Manchester United 0-3 Tottenham Hotspur, 27 Agustus 2018


Seharusnya partai antara Manchester United vs Tottenham Hotspur ini yaitu salah satu partai yang paling diantisipasi di pekan ini. Namun sayangnya, alih-alih menyoroti akan semenarik apa pertandingannya, lampu blitz kamera aku pikir akan lebih banyak menyoroti satu sosok, Jose Mourinho. Kekalahan MU atas Brighton di pekan ke-2 seakan mempertegas bahwa Mou dan MU animo ini sedang banyak problem dan under perform. Benarkah?

Di media, Anda akan mendapati berbagai problematika yang seolah-olah turut mempengaruhi performa pasukan Setan Merah. Mulai dari relasi Mourinho dengan para petinggi MU, relasi Mou dengan para pemain yang konon tak lagi harmonis, hingga kebiasaannya bermain dengan seni administrasi bertahan yang mulai banyak menerima cibiran. Walau, menyerupai kita tahu, Mou juga yang jadinya membantah semua berita-berita miring tersebut, lewat media.

Meski faktor X menyerupai ini benar sanggup mempengaruhi performa pemain di atas lapangan, namun kali ini aku tak akan terlalu banyak menggunakannya sebagai dasar prediksi. Kenyataannya, rekor pertemuan MU atas Spurs termasuk sangat superior. Setan Merah menang 21 kali dari 26 pertemuan atas Spurs yang dihelat di sangkar sendiri, Old Trafford. Bahkan dalam 4 perjumpaan terakhir, MU selalu menang tanpa kebobolan. Artinya, pasukan Mauricio Pochettino memang mempunyai kesulitan tersendiri tiap kali bertandang ke Manchester Merah.

Yang masih menjadi tanda tanya besar yaitu pilihan pemain yang akan diturunkan Mourinho di starting line-up. Duo bek tengah Baily dan Lindelof pekan kemudian tampil sangat jelek dimana keduanya banyak melaksanakan error yang berujung pada gol-gol Brighton. Kemungkinan besar, duo ini akan dipecah atau malah tidak dimainkan sama sekali. Kapten tim Antonio Valencia dan Nemanja Matic kemungkinan besar sanggup diturunkan, yang mana aku pikir akan sangat menambah budpekerti bertanding para punggawa Setan Merah.

Sementara itu dari kubu Spurs, tampaknya tak akan ada banyak perubahan dari susunan pemain kecuali kiper Hugo Lloris yang di tengah pekan tersandung problem denda mengemudi kendaraan dalam keadaan mabuk. Sampai prediksi ini aku buat, belum ada kejelasan apakah Lloris sanggup diturunkan atau tidak. Jika tidak, maka hal ini sanggup menjadi laba tak terduga bagi MU.

Meski problem demi problem tampak tak kunjung usai mendera MU, dari satu sisi hati yang paling dalam, aku masih mempercayai Mourinho sebagai salah satu manajer ahli yang pernah ada. This is a must win game untuk MU. Hasil imbang masih mungkin. Namun jikalau hingga kalah, tampaknya Mou harus siap-siap angkat kaki lebih cepat.

Prediksi skor Manchester United vs Tottenham Hotspur : 2-1
(hasil : Flashscore)

Prediksi Manchester United Vs Tottenham Hotspur, 27 Agustus 2018

Highlight Napoli 3-2 Ac Milan, 25 Agustus 2018

Highlight Juventus 2-0 Lazio, 25 Agustus 2018

Jersey 3Rd Manchester City 2018/2019


Tak sanggup ditampik, partai yang melibatkan Juventus isu terkini ini pastilah tak akan jauh-jauh dari pembahasan ihwal Cristiano Ronaldo. Bahkan jikalau sang pemain sedang off-form sekalipun, aku yakin para penggemarnya akan lebih bahagia mengetahui bagaimana kabar dan kondisi terkininya. Penampilan Ronaldo mendapat cukup banyak kebanggaan di pekan perdana meski tidak terlibat dalam ketiga gol yang dicetak Juve. Bagi penggemarnya lagi-lagi, mungkin Ronaldo membutuhkan sedikit waktu untuk sanggup benar-benar nyetel dengan Serie A.

Secara tradisional, Lazio bukanlah lawan sepadan untuk Si Nyonya Tua. Dari 10 pertemuan terakhir di semua ajang di Turin, Juve memenangkan 8 pertandingan berbanding 2 milik Lazio. Yang menarik, dua kemenangan Lazio tersebut didapat di 2 pertemuan paling terkini keduanya. Artinya, secara mental seharusnya pasukan biru langit sanggup lebih pede meski secara tradisi kalah kelas.

Kedatangan Ronaldo mau tidak mau memang menciptakan Allegri mengubah strategi kesukaannya isu terkini lalu, 4-3-3, menjadi 4-2-3-1 yang lebih old fashion demi mengakomodasi 4 pemainnya yang bernaluri serang tinggi, Ronaldo, Mandzukic, Dybala dan Douglas Costa, sanggup bermain bersama.

Di lain sisi, Simone Inzaghi adalah tipikal instruktur yang suka mendominasi lini tengah. Dengan denah idamannya 3-5-2, yang seringkali bertransformasi menjadi 3-6-1, Lazio versi Inzhagi sering menciptakan lawan kelabakan menjaga area di tengah lapangan. Jika Allegri memaksa memainkan 4 forward seperti yang disebutkan di atas, bukan mustahil Sami Khedira dan Miralem Pjanic yang ditugaskan sebagai gelandang bertahan akan mengalami kesulitan.

Di atas kertas, Juventus terang lebih diunggulkan. Namun menyidik pertemuan terakhir kedua tim, Lazio menyerupai tiba-tiba saja berkembang menjadi menjadi lawan yang sulit untuk ditaklukkan. Meski pertemuan keduanya sangat jarang berakhir imbang, kali ini aku memprediksi Ciro Immobile dan kawan-kawan akan memperlihatkan perlawanan sengit yang akan menciptakan pendukung tuan rumah panas dingin.

Prediksi skor Juventus vs Lazio : 2-2
(hasil : Flashscore)

Prediksi Juventus Vs Lazio, 25 Agustus 2018