Manchester City menancapkan kukunya lebih dalam di puncak klasemen dan menciptakan animo ini terlihat gampang untuk mereka. Namun kita tidak usah membahas hal itu. Saya terlalu malas jikalau harus membahas tim yang terlalu superior. Mari kita abaikan saja mereka kali ini, he he he....

Swansea City 3-1 Arsenal
Entah kata-kata apa lagi yang perlu saya sematkan kepada Arsenal animo ini. Sebagai salah satu anggota The Big Six mereka terlalu gampang kalah, terlalu gampang kebobolan dan menyerupai tak mempunyai niat untuk meneruskan jalannya kompetisi. Untung saya bukan seorang Gooners. Tak heran jikalau para suporter setia meriam London ini begitu putus asa dengan prestasi tim kesayangannya yang amburadul. Kedatangan Pierre-Emerick Aubameyang mungkin sedikit mengobati rasa putus asa mereka. Mari kita lihat saja bagaimana pemain yang dibeli dari Borussia Dortmund ini bisa menawarkan impak instan atau tidak. Swansea sendiri berkat kemenangan ini sukses naik satu strip dari posisi juru kunci.

Chelsea 0-3 Bournemouth
Satu lagi game pekan ini yang begitu mengejutkan, yakni dibantainya tuan rumah Chelsea oleh Bournemouth, tim yang sejatinya juga tak jauh-jauh amat dari zona merah. Jika melihat bagaimana pertandingan berjalan, bersama-sama Chelsea tidak seburuk Arsenal, namun mereka terlalu banyak kehilangan poin di sangkar sendiri animo ini dan kekalahan ini menyerupai menjadi puncak dari degradasi penampilan mereka. Antonio Conte begitu keras kepala dan lebih menentukan membuang Michy Batshuayi meski tahu timnya membutuhkan seorang striker murni. Sebelum pertandingan ini, sudah tidak mengecewakan santer terdengar bahwa Conte sudah dalam ancang-ancang pemecatan. Mungkin faktor non-teknis semacam itu yang memengaruhi performa Chelsea belakangan ini.

Tottenham Hotspur 2-0 Manchester United
Big match pekan ini. Harus saya akui bahwa saya mungkin tanpa sadar terlalu menganggap remeh Hotspur dan terlalu meninggikan MU. Kendati demikian, pertandingan bersama-sama berjalan cukup seimbang namun MU terlihat lebih sering menyia-siakan peluang. Satu keteledoran menjaga ruang di area pertahanan dan satu gol bunuh diri oleh Phil Jones cukup untuk menciptakan tuan rumah sukses memangkas jarak dengan zona Champions. Di lain sisi, kekalahan ini tentunya menciptakan jarak United dan City makin lebar, yang mana hal tersebut menciptakan perburuan gelar EPL rasanya hanya akan menyisakan kisah wacana perburuan jalur Top Four saja.

Review Pekan Ke-25 Epl 2017/2018


Manchester City menancapkan kukunya lebih dalam di puncak klasemen dan menciptakan animo ini terlihat gampang untuk mereka. Namun kita tidak usah membahas hal itu. Saya terlalu malas jikalau harus membahas tim yang terlalu superior. Mari kita abaikan saja mereka kali ini, he he he....

Swansea City 3-1 Arsenal
Entah kata-kata apa lagi yang perlu saya sematkan kepada Arsenal animo ini. Sebagai salah satu anggota The Big Six mereka terlalu gampang kalah, terlalu gampang kebobolan dan menyerupai tak mempunyai niat untuk meneruskan jalannya kompetisi. Untung saya bukan seorang Gooners. Tak heran jikalau para suporter setia meriam London ini begitu putus asa dengan prestasi tim kesayangannya yang amburadul. Kedatangan Pierre-Emerick Aubameyang mungkin sedikit mengobati rasa putus asa mereka. Mari kita lihat saja bagaimana pemain yang dibeli dari Borussia Dortmund ini bisa menawarkan impak instan atau tidak. Swansea sendiri berkat kemenangan ini sukses naik satu strip dari posisi juru kunci.

Chelsea 0-3 Bournemouth
Satu lagi game pekan ini yang begitu mengejutkan, yakni dibantainya tuan rumah Chelsea oleh Bournemouth, tim yang sejatinya juga tak jauh-jauh amat dari zona merah. Jika melihat bagaimana pertandingan berjalan, bersama-sama Chelsea tidak seburuk Arsenal, namun mereka terlalu banyak kehilangan poin di sangkar sendiri animo ini dan kekalahan ini menyerupai menjadi puncak dari degradasi penampilan mereka. Antonio Conte begitu keras kepala dan lebih menentukan membuang Michy Batshuayi meski tahu timnya membutuhkan seorang striker murni. Sebelum pertandingan ini, sudah tidak mengecewakan santer terdengar bahwa Conte sudah dalam ancang-ancang pemecatan. Mungkin faktor non-teknis semacam itu yang memengaruhi performa Chelsea belakangan ini.

Tottenham Hotspur 2-0 Manchester United
Big match pekan ini. Harus saya akui bahwa saya mungkin tanpa sadar terlalu menganggap remeh Hotspur dan terlalu meninggikan MU. Kendati demikian, pertandingan bersama-sama berjalan cukup seimbang namun MU terlihat lebih sering menyia-siakan peluang. Satu keteledoran menjaga ruang di area pertahanan dan satu gol bunuh diri oleh Phil Jones cukup untuk menciptakan tuan rumah sukses memangkas jarak dengan zona Champions. Di lain sisi, kekalahan ini tentunya menciptakan jarak United dan City makin lebar, yang mana hal tersebut menciptakan perburuan gelar EPL rasanya hanya akan menyisakan kisah wacana perburuan jalur Top Four saja.