ternyata tetap menjadi isu yang sama sesudah jeda internasional  Prediksi Chelsea vs Tottenham, 01 April 2018

Berita sebelum jeda internasional, ternyata tetap menjadi isu yang sama sesudah jeda internasional - yakni betapa seriusnya cedera pergelangan kaki Harry Kane yang mengharuskannya menepi selama beberapa waktu. Kombinasi posting media umum dan komentar positif oleh orang-orang menyerupai Gareth Southgate dan juga Mauricio Pochettino menciptakan Kane seakan terlihat akan pulih lebih cepat, namun pencetak gol terbanyak EPL ekspresi dominan kemudian itu kemungkinan besar belum akan fit ketika Tottenham Hotspur melawat ke Stamford Bridge hari Minggu malam nanti.

Spurs menuju ke Stamford Bridge dalam posisi yang cukup besar lengan berkuasa di klasemen sementara. Dengan telah mengumpulkan enam puluh satu poin dan keunggulan 5 poin atas Chelsea, Spurs tampak yang paling layak untuk menduduki pos terakhir zona Champions League. Namun yang lebih membanggakan bagi para pendukung Spurs, mereka ketika ini unggul tiga belas poin atas Arsenal, sang bitter rival. Apapun hasil pertandingan melawan Chelsea nanti, aku pikir pencapaian Tottenham ekspresi dominan ini sudah cukup baik.

Jika ada duri di curriculum vitae Mauricio Pochettino selama menjadi manajer The Lilywhites, maka duri itu bernama Chelsea. Kenyataan ini seakan menjadi tradisi dan sekaligus kutukan yang susah dihilangkan siapapun manajer Tottenham alasannya ialah sekarang Chelsea sudah tak pernah tersentuh kekalahan dalam 22 kali pertemuan di Stamford Bridge melawan Tottenham di segala ajang. Dua tahun kemudian Battle of the Bridge mengakhiri impian Spurs untuk mengejar tahta Premier League, sementara kekalahan 4-2 di semifinal Piala FA tahun kemudian ialah pertemuan terakhir keduanya di venue ini. Singkat kata, Chelsea ialah klub yang paling banyak memperlihatkan rasa sakit kepada Tottenham.

Jika Spurs menang pada game ini, mereka kemungkinan besar telah mengamankan 1 daerah untuk Liga Champions ekspresi dominan depan. Jika Chelsea menang, semua masih akan terlihat abu-abu hingga hari terakhir ekspresi dominan 2017-18. Chelsea sendiri ekspresi dominan ini secara umum tidak pernah benar-benar menemukan pijakannya. Pasukan Antonio Conte gagal menemukan ritme. Masalah yang paling terang ialah kepergian Diego Costa. Alvaro Morata gagal memenuhi ekspektasi, sementara Olivier Giroud, meski tidak jelek semenjak didatangkan dari Arsenal, ia tetap bukanlah Diego Costa. Chelsea juga belum menggantikan Nemanja Matic dengan benar. Kegagalan Morata mungkin menjadi isu utama, tetapi absensi Matic di lini tengah mungkin ialah problem yang lebih besar.

Willian mempunyai ekspresi dominan yang cantik dan Eden Hazard masih lincah ketika ia menginginkannya. Tetapi apa yang menciptakan Chelsea tetap bisa berada di papan atas ekspresi dominan ini ialah pertahanan mereka. Nama-nama menyerupai Antonio Rudiger dan juga Andreas Christensen, bisa tampil luar biasa, tak kalah dengan nama-nama lawas menyerupai Gary Cahill, Cesar Azpilicueta, Victor Moses, dan Marcos Alonso. Ini ialah grup yang mantap. Jangan lupakan Thibaut Courtois yang tetap menjadi salah satu kiper terbaik dunia ketika ini.

Prediksi skor Chelsea vs Tottenham : 2-1
(hasil : Livescore)

Prediksi Chelsea Vs Tottenham, 01 April 2018

 ternyata tetap menjadi isu yang sama sesudah jeda internasional  Prediksi Chelsea vs Tottenham, 01 April 2018

Berita sebelum jeda internasional, ternyata tetap menjadi isu yang sama sesudah jeda internasional - yakni betapa seriusnya cedera pergelangan kaki Harry Kane yang mengharuskannya menepi selama beberapa waktu. Kombinasi posting media umum dan komentar positif oleh orang-orang menyerupai Gareth Southgate dan juga Mauricio Pochettino menciptakan Kane seakan terlihat akan pulih lebih cepat, namun pencetak gol terbanyak EPL ekspresi dominan kemudian itu kemungkinan besar belum akan fit ketika Tottenham Hotspur melawat ke Stamford Bridge hari Minggu malam nanti.

Spurs menuju ke Stamford Bridge dalam posisi yang cukup besar lengan berkuasa di klasemen sementara. Dengan telah mengumpulkan enam puluh satu poin dan keunggulan 5 poin atas Chelsea, Spurs tampak yang paling layak untuk menduduki pos terakhir zona Champions League. Namun yang lebih membanggakan bagi para pendukung Spurs, mereka ketika ini unggul tiga belas poin atas Arsenal, sang bitter rival. Apapun hasil pertandingan melawan Chelsea nanti, aku pikir pencapaian Tottenham ekspresi dominan ini sudah cukup baik.

Jika ada duri di curriculum vitae Mauricio Pochettino selama menjadi manajer The Lilywhites, maka duri itu bernama Chelsea. Kenyataan ini seakan menjadi tradisi dan sekaligus kutukan yang susah dihilangkan siapapun manajer Tottenham alasannya ialah sekarang Chelsea sudah tak pernah tersentuh kekalahan dalam 22 kali pertemuan di Stamford Bridge melawan Tottenham di segala ajang. Dua tahun kemudian Battle of the Bridge mengakhiri impian Spurs untuk mengejar tahta Premier League, sementara kekalahan 4-2 di semifinal Piala FA tahun kemudian ialah pertemuan terakhir keduanya di venue ini. Singkat kata, Chelsea ialah klub yang paling banyak memperlihatkan rasa sakit kepada Tottenham.

Jika Spurs menang pada game ini, mereka kemungkinan besar telah mengamankan 1 daerah untuk Liga Champions ekspresi dominan depan. Jika Chelsea menang, semua masih akan terlihat abu-abu hingga hari terakhir ekspresi dominan 2017-18. Chelsea sendiri ekspresi dominan ini secara umum tidak pernah benar-benar menemukan pijakannya. Pasukan Antonio Conte gagal menemukan ritme. Masalah yang paling terang ialah kepergian Diego Costa. Alvaro Morata gagal memenuhi ekspektasi, sementara Olivier Giroud, meski tidak jelek semenjak didatangkan dari Arsenal, ia tetap bukanlah Diego Costa. Chelsea juga belum menggantikan Nemanja Matic dengan benar. Kegagalan Morata mungkin menjadi isu utama, tetapi absensi Matic di lini tengah mungkin ialah problem yang lebih besar.

Willian mempunyai ekspresi dominan yang cantik dan Eden Hazard masih lincah ketika ia menginginkannya. Tetapi apa yang menciptakan Chelsea tetap bisa berada di papan atas ekspresi dominan ini ialah pertahanan mereka. Nama-nama menyerupai Antonio Rudiger dan juga Andreas Christensen, bisa tampil luar biasa, tak kalah dengan nama-nama lawas menyerupai Gary Cahill, Cesar Azpilicueta, Victor Moses, dan Marcos Alonso. Ini ialah grup yang mantap. Jangan lupakan Thibaut Courtois yang tetap menjadi salah satu kiper terbaik dunia ketika ini.

Prediksi skor Chelsea vs Tottenham : 2-1
(hasil : Livescore)