Hampir tak terbayangkan di awal musim, Liverpool kini telah mencapai semifinal Liga Champions tanpa satu kali pun menderita kekalahan! Liverpool harus ekstra waspada demi menjauhkan orang-orang Roma mempunyai kesempatan untuk mendapat gol tandang yang berbahaya itu, sebab pada hasilnya itulah yang terbukti memberi mereka jalan menembus babak 16 besar dan perempat final. Edin Džeko, pemain yang demam isu kemudian termasuk sangat bersahabat dengan Mohamed Salah, dimana tujuh dari 15 assists Salah demam isu kemudian dibentuk untuk striker jangkung tersebut, sudah mencetak gol melawan Chelsea dan mencetak gol juga di dua pertandingan melawan Barcelona. Saya pikir ini akan menjadi kiprah berat bagi Virgil van Dijk dkk untuk menjaganya tetap jinak.

Jika Salah sanggup dibilang yakni pemain paling kuat bagi Liverpool di Liga Premier berkat catatan golnya yang impresif, maka statistik di Liga Champions jauh lebih seimbang untuk tim. Salah dan Roberto Firmino masing-masing sudah mencetak delapan gol, dengan Sadio Mané menguntit sempurna di belakang mereka dengan tujuh gol. Sementara itu James Milner, memimpin kompetisi dengan 7 assists. Firmino sendiri sudah membukukan empat assists, yang andai ditambahkan dengan catatan delapan golnya, berarti ia telah terlibat dalam dua belas gol Liverpool di kancah Eropa alias yang paling perlu diwaspadai dari kubu The Reds. Jika Roma hingga salah mengidentifikasi dan menganggap Mo Salah sebagai pemain paling berbahaya The Reds, Firmino sanggup muncul dan menghukum mereka.

Pertandingan ini juga disinyalir akan menjadi pertandingan besar bagi para pemain belakang Liverpool untuk sanggup benar-benar pertanda nilai mereka selama demam isu ini. Trent Alexander-Arnold dan Andrew Robertson kemungkinan besar akan tampil lagi di starting line-up mengingat kinerja keduanya yang terbukti luar biasa. Alexander-Arnold, yang mendapat banyak kebanggaan sesudah berhasil mematikan pergerakan Leroy Sané di perempatfinal, kini akan dituntut untuk meniadakan ancaman Aleksandar Kolarov dan memotong layanannya ke Džeko, kemungkinan dengan derma Milner yang disiplin dan ulet di sebelah kanan.

Sejatinya, rekor head to head Liverpool vs AS Roma tidaklah terlalu baik bagi tuan rumah. Dari 3 pertemuan terakhir keduanya di semua ajang, Liverpool tidak pernah sanggup menang dan bahkan selalu kalah. Hanya saja, ada optimisme berlebih tiap kali membicarakan Liverpool khususnya demam isu ini. Ganasnya Mohamed Salah di depan gawang lawan, menjadi satu dari 2 tim yang sanggup mengalahkan Manchester City yang mendominasi Liga Inggris demam isu ini, hingga padu padannya lini belakang semenjak kedatangan van Dijk menciptakan aku cukup optimis Liverpool tidak akan kalah 4 kali beruntun melawan AS Roma.

Jika orang mungkin akan menanti-nantikan di menit ke berapa Salah akan kembali mencetak gol, kali ini aku akan berharap melihat betapa serunya duel antara Dzeko dan van Dijk, dua big man yang akan berada di dua kubu yang berseberangan.

Prediksi skor Liverpool vs AS Roma : 3-1
(hasil : Livescore)

Prediksi Liverpool Vs As Roma, 24 April 2018


Hampir tak terbayangkan di awal musim, Liverpool kini telah mencapai semifinal Liga Champions tanpa satu kali pun menderita kekalahan! Liverpool harus ekstra waspada demi menjauhkan orang-orang Roma mempunyai kesempatan untuk mendapat gol tandang yang berbahaya itu, sebab pada hasilnya itulah yang terbukti memberi mereka jalan menembus babak 16 besar dan perempat final. Edin Džeko, pemain yang demam isu kemudian termasuk sangat bersahabat dengan Mohamed Salah, dimana tujuh dari 15 assists Salah demam isu kemudian dibentuk untuk striker jangkung tersebut, sudah mencetak gol melawan Chelsea dan mencetak gol juga di dua pertandingan melawan Barcelona. Saya pikir ini akan menjadi kiprah berat bagi Virgil van Dijk dkk untuk menjaganya tetap jinak.

Jika Salah sanggup dibilang yakni pemain paling kuat bagi Liverpool di Liga Premier berkat catatan golnya yang impresif, maka statistik di Liga Champions jauh lebih seimbang untuk tim. Salah dan Roberto Firmino masing-masing sudah mencetak delapan gol, dengan Sadio Mané menguntit sempurna di belakang mereka dengan tujuh gol. Sementara itu James Milner, memimpin kompetisi dengan 7 assists. Firmino sendiri sudah membukukan empat assists, yang andai ditambahkan dengan catatan delapan golnya, berarti ia telah terlibat dalam dua belas gol Liverpool di kancah Eropa alias yang paling perlu diwaspadai dari kubu The Reds. Jika Roma hingga salah mengidentifikasi dan menganggap Mo Salah sebagai pemain paling berbahaya The Reds, Firmino sanggup muncul dan menghukum mereka.

Pertandingan ini juga disinyalir akan menjadi pertandingan besar bagi para pemain belakang Liverpool untuk sanggup benar-benar pertanda nilai mereka selama demam isu ini. Trent Alexander-Arnold dan Andrew Robertson kemungkinan besar akan tampil lagi di starting line-up mengingat kinerja keduanya yang terbukti luar biasa. Alexander-Arnold, yang mendapat banyak kebanggaan sesudah berhasil mematikan pergerakan Leroy Sané di perempatfinal, kini akan dituntut untuk meniadakan ancaman Aleksandar Kolarov dan memotong layanannya ke Džeko, kemungkinan dengan derma Milner yang disiplin dan ulet di sebelah kanan.

Sejatinya, rekor head to head Liverpool vs AS Roma tidaklah terlalu baik bagi tuan rumah. Dari 3 pertemuan terakhir keduanya di semua ajang, Liverpool tidak pernah sanggup menang dan bahkan selalu kalah. Hanya saja, ada optimisme berlebih tiap kali membicarakan Liverpool khususnya demam isu ini. Ganasnya Mohamed Salah di depan gawang lawan, menjadi satu dari 2 tim yang sanggup mengalahkan Manchester City yang mendominasi Liga Inggris demam isu ini, hingga padu padannya lini belakang semenjak kedatangan van Dijk menciptakan aku cukup optimis Liverpool tidak akan kalah 4 kali beruntun melawan AS Roma.

Jika orang mungkin akan menanti-nantikan di menit ke berapa Salah akan kembali mencetak gol, kali ini aku akan berharap melihat betapa serunya duel antara Dzeko dan van Dijk, dua big man yang akan berada di dua kubu yang berseberangan.

Prediksi skor Liverpool vs AS Roma : 3-1
(hasil : Livescore)