Paul Pogba Akan Menjadi Pemain yang Sempurna Yaya Toure : Paul Pogba Akan Menjadi Pemain yang Sempurna

Legenda Manchester City, Yaya Toure, akan meninggalkan Etihad demam isu panas ini sehabis delapan tahun mengabdi. Pemain berusia 34 tahun itu diberi kepercayaan menjadi kapten ketika timnya menang 3-1 di sangkar sendiri melawan Brighton kemarin malam. Banyak spekulasi yang berkembang perihal destinasinya sehabis demam isu berakhir, namun baru-baru ini pemain tim nasional Pantai Gading tersebut mengindikasikan ia ingin tetap berkompetisi di Liga Premier.

Berbicara perihal Yaya Toure, mau tidak mau kita akan selalu mengingat bagaimana kondisinya dulu ketika ia pertama kali tiba dan menjadi bab dari keluarga besar City. Dengan mahar kontrak mencapai 28 juta pounds, yang termasuk cukup besar ketika itu, Yaya menjadi sorotan media, keadaan yang kurang lebih menyerupai mirip yang dialami bintang Manchester United asal Perancis, Paul Pogba. Bahkan, tak sedikit fans yang mempertanyakan motivasi dan kesetiaannya pada klub, alasannya ialah berkat honor besar yang diterimanya, ia dituduh hanya pindah demi mendapat uang semata.

Namun, enam trofi mayor, 314 penampilan dan 84 gol sudah cukup bagi Yaya Toure untuk membungkam setiap kritik yang mengarah padanya. Dan, ia percaya Pogba juga sanggup melaksanakan hal yang sama. Menurut BBC Sport, ia berkata: “Saya selalu suka menunjukan bahwa orang salah (dalam menilai saya). Saya mendapat banyak tekanan, dan kini tekanan itu saya pikir akan ada pada Paul (Pogba), yang sedikit banyak mempunyai karakteristik serupa dengan saya.

“Saya yakin Pogba akan menjadi pemain yang sempurna. Dan bila mereka jujur, orang-orang yang pernah menjelek-jelekkan saya akan mengakui bahwa mereka salah.”

Pogba bergabung dengan Manchester United pada demam isu panas 2016 dengan rekor transfer dunia ketika itu sebesar £ 89.3 juta. Menjadi pemain termahal dunia, pada tingkat tertentu, sedikit banyak pastilah meningkatkan tekanan pada seorang pemain, tak terkecuali untuk gelandang Prancis tersebut.

Dalam dua demam isu di Manchester United, Pogba telah memainkan 53 pertandingan Premier League, mencetak 10 gol dan mencetak 14 assists. Jika kita membandingkan ini dengan dua demam isu terakhirnya di Juventus, tampak ada sedikit penurunan dalam segi jumlah. Selama dua tahun terakhir di Italia, Pogba mengantongi 16 gol dan 15 assists dalam 61 pertandingan Serie A.

Kendati demikian, andai dilihat dari sudut pandang yang berbeda dimana Pogba bermain di bawah tekanan yang lebih besar, sejatinya pencapaiannya ketika ini tidak sanggup dibilang buruk. Mungkin benar apa kata Yaya Toure. Jika Pogba sanggup lebih bersabar menghadapi tekanan dan terus bekerja keras, ia sanggup menjadi pemain sempurna, atau lebih jauh, legenda yang sempurna.

sumber : squawka

Yaya Toure : Paul Pogba Akan Menjadi Pemain Yang Sempurna

 Paul Pogba Akan Menjadi Pemain yang Sempurna Yaya Toure : Paul Pogba Akan Menjadi Pemain yang Sempurna

Legenda Manchester City, Yaya Toure, akan meninggalkan Etihad demam isu panas ini sehabis delapan tahun mengabdi. Pemain berusia 34 tahun itu diberi kepercayaan menjadi kapten ketika timnya menang 3-1 di sangkar sendiri melawan Brighton kemarin malam. Banyak spekulasi yang berkembang perihal destinasinya sehabis demam isu berakhir, namun baru-baru ini pemain tim nasional Pantai Gading tersebut mengindikasikan ia ingin tetap berkompetisi di Liga Premier.

Berbicara perihal Yaya Toure, mau tidak mau kita akan selalu mengingat bagaimana kondisinya dulu ketika ia pertama kali tiba dan menjadi bab dari keluarga besar City. Dengan mahar kontrak mencapai 28 juta pounds, yang termasuk cukup besar ketika itu, Yaya menjadi sorotan media, keadaan yang kurang lebih menyerupai mirip yang dialami bintang Manchester United asal Perancis, Paul Pogba. Bahkan, tak sedikit fans yang mempertanyakan motivasi dan kesetiaannya pada klub, alasannya ialah berkat honor besar yang diterimanya, ia dituduh hanya pindah demi mendapat uang semata.

Namun, enam trofi mayor, 314 penampilan dan 84 gol sudah cukup bagi Yaya Toure untuk membungkam setiap kritik yang mengarah padanya. Dan, ia percaya Pogba juga sanggup melaksanakan hal yang sama. Menurut BBC Sport, ia berkata: “Saya selalu suka menunjukan bahwa orang salah (dalam menilai saya). Saya mendapat banyak tekanan, dan kini tekanan itu saya pikir akan ada pada Paul (Pogba), yang sedikit banyak mempunyai karakteristik serupa dengan saya.

“Saya yakin Pogba akan menjadi pemain yang sempurna. Dan bila mereka jujur, orang-orang yang pernah menjelek-jelekkan saya akan mengakui bahwa mereka salah.”

Pogba bergabung dengan Manchester United pada demam isu panas 2016 dengan rekor transfer dunia ketika itu sebesar £ 89.3 juta. Menjadi pemain termahal dunia, pada tingkat tertentu, sedikit banyak pastilah meningkatkan tekanan pada seorang pemain, tak terkecuali untuk gelandang Prancis tersebut.

Dalam dua demam isu di Manchester United, Pogba telah memainkan 53 pertandingan Premier League, mencetak 10 gol dan mencetak 14 assists. Jika kita membandingkan ini dengan dua demam isu terakhirnya di Juventus, tampak ada sedikit penurunan dalam segi jumlah. Selama dua tahun terakhir di Italia, Pogba mengantongi 16 gol dan 15 assists dalam 61 pertandingan Serie A.

Kendati demikian, andai dilihat dari sudut pandang yang berbeda dimana Pogba bermain di bawah tekanan yang lebih besar, sejatinya pencapaiannya ketika ini tidak sanggup dibilang buruk. Mungkin benar apa kata Yaya Toure. Jika Pogba sanggup lebih bersabar menghadapi tekanan dan terus bekerja keras, ia sanggup menjadi pemain sempurna, atau lebih jauh, legenda yang sempurna.

sumber : squawka