mengakhiri kutukan babak tabrak pinalti pada Selasa malam yang kemudian dan menyingkirkan  Membandingkan Statistik Inggris dengan 7 Perempat Finalis Piala Dunia 2018

Inggris mengakhiri kutukan babak tabrak pinalti pada Selasa malam yang kemudian dan menyingkirkan Kolombia dari turnamen sepakbola terbesar sejagad. Hembusan angin optimis pun mulai menyelimuti seluruh negeri Ratu Elizabeth. Namun, apakah skuad Inggris yang kini benar-benar bisa untuk memenangkan Piala Dunia? Mari kita lihat dari sudut pandang statistik Inggris dibandingkan 7 penerima lainnya yang lolos ke babak perempat final. Data statistik ini kami ambil dari situs Skysports.

Lini Serang
Sampai babak 16 besar, Inggris sudah mencetak 9 gol, terbanyak kedua (sama dengan Rusia) sesudah Belgia, meski sebagian besar dari 9 gol tersebut didapat dari tim lemah Panama. Kapten Harry Kane tampil sebagai pencetak gol sementara dengan 6 gol, selisih 2 gol dari pesaing terdekat, Romelu Lukaku.


Meski catatan gol Inggris terbanyak kedua di turnamen sejauh ini, namun ternyata mereka berada di papan tengah untuk urusan membuat tembakan dengan 56 kali percobaan. Menariknya, catatan ini tidak terlalu jauh dari catatan milik Swedia (49 tembakan), bakal lawan mereka di babak perempat final. Hanya saja, tentu saja Inggris mempunyai persentase konversi gol yang lebih baik. Untuk statistik ini, Brazil menjadi tim yang paling mengerikan dengan 77 peluang tembakan dan 31 tembakan yang sukses mengarah ke gawang lawan. Sementara tuan rumah Rusia justru menjadi tim yang paling malu-malu kucing di depan gawang lawan.


Pola Permainan
Dengan Spanyol sebagai rajanya tiki-taka sudah tersingkir lebih dulu, Brazil mendominasi statistik passing dengan 2.263 kali. Yang mengejutkan, Inggris yang dulunya populer dengan contoh kick and rush, tampaknya kini sudah berevolusi alasannya ialah mempunyai jumlah passing tertinggi kedua diantara penerima yang tersisa. Sementara itu Swedia justru menjadi tim yang paling rendah rataan umpannya. Hal ini membuat Inggris kemungkinan besar akan lebih banyak menguasai pertandingan ketika berjumpa Swedia di perempat final.


Pola permainan Inggris tampaknya sudah banyak berubah. Dulu, umpan-umpan lambung dari sayap merupakan salah satu senjata Inggris yang mematikan. Namun di Piala Dunia kali ini, umpan crossing Inggris justru menjadi salah satu yang paling rendah. Dan ya, menyerupai yang Anda lihat, Brazil lagi-lagi mempunyai rataan tinggi untuk kategori ini. Apakah Brazil calon berpengaruh juara? Bisa jadi. Kendati demikian, untuk urusan crossing, Inggris masih mengirimkan wakilnya sebagai yang terbaik, yakni Kieran Trippier, yang hingga ketika ini sudah membukukan 9 umpan crossing akurat dari 3 kali tampil.


Dan, lagi-lagi, Brazil jauh berada di atas tim lain untuk statistik dribbles. Inggris berada di papan tengah dengan statistik yang hampir sama dengan milik Belgia dan Kroasia. Mega bintang Neymar berada di daftar paling atas sebagai pemain yang paling banyak melaksanakan dribbles, meski belakangan mantan pemain Barcelona tersebut juga banyak dikritik akhir theatrical fouled yang sering dilakukannya.


Pertahanan
Disebut mempunyai tenaga ekstra dan ketahanan fisik yang di atas rata-rata, Rusia memenangi lebih banyak duel perebutan bola di area pertahanan sendiri. Inggris lagi-lagi berada di papan tengah untuk statistik ini.


Namun, catatan memenangi duel bola di atas tampaknya tidak sanggup terlalu dijadikan patokan alasannya ialah Rusia justru mencatat jumlah kebobolan paling banyak. Sementara Swedia yang mencatat rata-rata menang duel bola paling rendah, justru menjadi salah satu tim yang paling sulit dibobol. Peran Robin Olsen sebagai orang terakhir di garis pertahanan Swedia tampaknya turut banyak berperan terhadap kemampuan Swedia menahan gempuran lawan. Olsen sejauh ini sudah mencatat 11 saves dari 13 tembakan eksklusif yang mengarah pada gawang yang dijaganya.



Dari catatan-catatan statistik di atas, bisa kita lihat bahwa Inggris berada di level menengah bila dibandingkan 7 lawan lainnya di perempat final Piala Dunia 2018 ini. Menghadapi Swedia di pertandingan yang akan datang, Inggris diprediksi akan kesulitan menghadapi ketangguhan Olsen, yang mana andai dikomparasikan dengan kurang baiknya konversi gol lini serang mereka, bukan mustahil pasukan Gareth Southgate akan menjalani babak tabrak tos-tosan untuk kedua kalinya secara beruntun.

Di sisi lain, statistik rasio evakuasi yang dimiliki Jordan Pickford juga layak menjadi alasan untuk dikhawatirkan. Dengan hanya 6 saves dari 4 pertandingan, Pickford gagal membukukan clean sheet satu kalipun. Meski sanggup dibutuhkan rasa percaya diri Pickford meningkat usai memenangi duel tabrak pinalti melawan Kolombia, bukan mustahil Inggris akan tergelincir dini andai tak meningkatkan kinerja mereka sendiri.

Membandingkan Statistik Inggris Dengan 7 Perempat Finalis Piala Dunia 2018

mengakhiri kutukan babak tabrak pinalti pada Selasa malam yang kemudian dan menyingkirkan  Membandingkan Statistik Inggris dengan 7 Perempat Finalis Piala Dunia 2018

Inggris mengakhiri kutukan babak tabrak pinalti pada Selasa malam yang kemudian dan menyingkirkan Kolombia dari turnamen sepakbola terbesar sejagad. Hembusan angin optimis pun mulai menyelimuti seluruh negeri Ratu Elizabeth. Namun, apakah skuad Inggris yang kini benar-benar bisa untuk memenangkan Piala Dunia? Mari kita lihat dari sudut pandang statistik Inggris dibandingkan 7 penerima lainnya yang lolos ke babak perempat final. Data statistik ini kami ambil dari situs Skysports.

Lini Serang
Sampai babak 16 besar, Inggris sudah mencetak 9 gol, terbanyak kedua (sama dengan Rusia) sesudah Belgia, meski sebagian besar dari 9 gol tersebut didapat dari tim lemah Panama. Kapten Harry Kane tampil sebagai pencetak gol sementara dengan 6 gol, selisih 2 gol dari pesaing terdekat, Romelu Lukaku.


Meski catatan gol Inggris terbanyak kedua di turnamen sejauh ini, namun ternyata mereka berada di papan tengah untuk urusan membuat tembakan dengan 56 kali percobaan. Menariknya, catatan ini tidak terlalu jauh dari catatan milik Swedia (49 tembakan), bakal lawan mereka di babak perempat final. Hanya saja, tentu saja Inggris mempunyai persentase konversi gol yang lebih baik. Untuk statistik ini, Brazil menjadi tim yang paling mengerikan dengan 77 peluang tembakan dan 31 tembakan yang sukses mengarah ke gawang lawan. Sementara tuan rumah Rusia justru menjadi tim yang paling malu-malu kucing di depan gawang lawan.


Pola Permainan
Dengan Spanyol sebagai rajanya tiki-taka sudah tersingkir lebih dulu, Brazil mendominasi statistik passing dengan 2.263 kali. Yang mengejutkan, Inggris yang dulunya populer dengan contoh kick and rush, tampaknya kini sudah berevolusi alasannya ialah mempunyai jumlah passing tertinggi kedua diantara penerima yang tersisa. Sementara itu Swedia justru menjadi tim yang paling rendah rataan umpannya. Hal ini membuat Inggris kemungkinan besar akan lebih banyak menguasai pertandingan ketika berjumpa Swedia di perempat final.


Pola permainan Inggris tampaknya sudah banyak berubah. Dulu, umpan-umpan lambung dari sayap merupakan salah satu senjata Inggris yang mematikan. Namun di Piala Dunia kali ini, umpan crossing Inggris justru menjadi salah satu yang paling rendah. Dan ya, menyerupai yang Anda lihat, Brazil lagi-lagi mempunyai rataan tinggi untuk kategori ini. Apakah Brazil calon berpengaruh juara? Bisa jadi. Kendati demikian, untuk urusan crossing, Inggris masih mengirimkan wakilnya sebagai yang terbaik, yakni Kieran Trippier, yang hingga ketika ini sudah membukukan 9 umpan crossing akurat dari 3 kali tampil.


Dan, lagi-lagi, Brazil jauh berada di atas tim lain untuk statistik dribbles. Inggris berada di papan tengah dengan statistik yang hampir sama dengan milik Belgia dan Kroasia. Mega bintang Neymar berada di daftar paling atas sebagai pemain yang paling banyak melaksanakan dribbles, meski belakangan mantan pemain Barcelona tersebut juga banyak dikritik akhir theatrical fouled yang sering dilakukannya.


Pertahanan
Disebut mempunyai tenaga ekstra dan ketahanan fisik yang di atas rata-rata, Rusia memenangi lebih banyak duel perebutan bola di area pertahanan sendiri. Inggris lagi-lagi berada di papan tengah untuk statistik ini.


Namun, catatan memenangi duel bola di atas tampaknya tidak sanggup terlalu dijadikan patokan alasannya ialah Rusia justru mencatat jumlah kebobolan paling banyak. Sementara Swedia yang mencatat rata-rata menang duel bola paling rendah, justru menjadi salah satu tim yang paling sulit dibobol. Peran Robin Olsen sebagai orang terakhir di garis pertahanan Swedia tampaknya turut banyak berperan terhadap kemampuan Swedia menahan gempuran lawan. Olsen sejauh ini sudah mencatat 11 saves dari 13 tembakan eksklusif yang mengarah pada gawang yang dijaganya.



Dari catatan-catatan statistik di atas, bisa kita lihat bahwa Inggris berada di level menengah bila dibandingkan 7 lawan lainnya di perempat final Piala Dunia 2018 ini. Menghadapi Swedia di pertandingan yang akan datang, Inggris diprediksi akan kesulitan menghadapi ketangguhan Olsen, yang mana andai dikomparasikan dengan kurang baiknya konversi gol lini serang mereka, bukan mustahil pasukan Gareth Southgate akan menjalani babak tabrak tos-tosan untuk kedua kalinya secara beruntun.

Di sisi lain, statistik rasio evakuasi yang dimiliki Jordan Pickford juga layak menjadi alasan untuk dikhawatirkan. Dengan hanya 6 saves dari 4 pertandingan, Pickford gagal membukukan clean sheet satu kalipun. Meski sanggup dibutuhkan rasa percaya diri Pickford meningkat usai memenangi duel tabrak pinalti melawan Kolombia, bukan mustahil Inggris akan tergelincir dini andai tak meningkatkan kinerja mereka sendiri.