Terlebih di final Piala Liga yang sejatinya menjadi satu Prediksi Arsenal vs Manchester City, 12 Agustus 2018

Tak pelak inilah big match di pekan perdana Premier League 2018/2019. Musim lalu, Arsenal bagaikan perkedel di hadapan almighty Manchester City. Terlebih di final Piala Liga yang sejatinya menjadi satu-satunya impian The Gunners untuk mendapat silverware, Arsenal justru dilumat tiga gol tanpa balas. Banyak orang yang menganggap, ketika itu lini defensif Arsenal terlalu lemah sehingga gampang untuk ditembus. Kenyataannya tidaklah menyerupai itu.

Kenyataannya ialah Arsene Wenger terlalu ragu dengan taktiknya sendiri. Wenger menginstruksikan anak buahnya bermain menyerang namun di ketika bersamaan tidak berani memasang garis pertahanan yang tinggi. Alhasil terjadi kesenjangan jarak yang cukup lebar antara lini tengah dan lini belakang yang jadinya berhasil dimanfaatkan dengan tepat oleh pasukan Pep Guardiola.

Namun, itu semua ialah masa lalu. Sekarang Unai Emery sudah ditunjuk sebagai manajer gres Arsenal dan itu artinya taktikpun akan ikut berubah. Secara sepintas, taktik ala Emery tak jauh beda dengan taktik yang sering digunakan oleh Guardiola. Dengan denah dasar 4-3-3, Emery sering mengoptimalkan kinerja para pemain sayapnya untuk membuka pertahanan lawan. Terlebih dengan menerapkan garis pertahanan yang tinggi dan pressing yang ketat ketika kehilangan bola, Emery tampaknya tak buta dengan tren taktik modern yang banyak diperagakan oleh pelatih-pelatih papan atas dunia.

Salah satu kelemahan paling kentara dari tim yang suka memasang garis pertahanan tinggi ialah counter attack dari lawan yang mempunyai pemain sprinter. Kebetulan, kedua tim sama-sama mempunyai pemain bertipe menyerupai itu. Ya, kalau kedua tim kekeuh dengan seni administrasi menyerupai ini, bukan mustahil pertandingan ini akan berakhir dengan jual beli serangan dan gol yang cukup banyak.

Faktor pembeda dari berkelahi ini kemungkinan besar ialah pengalaman. Unai Emery, bagaimanapun, gres tiba ke sebuah tim yang gres saja lepas dari rezim berusia 22 tahun. Membutuhkan beberapa waktu untuk menyelaraskan keinginannya dengan kinerja faktual di atas lapangan, lagi-lagi, situasi ini persis menyerupai awal-awal kedatangan Guardiola dulu yang juga tak pribadi sanggup nyetel dengan para pemain. Berdasarkan faktor ini, maka sang juara bertahan seharusnya sanggup mencuri poin di Emirates Stadium.

Prediksi skor Arsenal vs Manchester City : 2-3
(hasil : Livescore)

Prediksi Arsenal Vs Manchester City, 12 Agustus 2018

 Terlebih di final Piala Liga yang sejatinya menjadi satu Prediksi Arsenal vs Manchester City, 12 Agustus 2018

Tak pelak inilah big match di pekan perdana Premier League 2018/2019. Musim lalu, Arsenal bagaikan perkedel di hadapan almighty Manchester City. Terlebih di final Piala Liga yang sejatinya menjadi satu-satunya impian The Gunners untuk mendapat silverware, Arsenal justru dilumat tiga gol tanpa balas. Banyak orang yang menganggap, ketika itu lini defensif Arsenal terlalu lemah sehingga gampang untuk ditembus. Kenyataannya tidaklah menyerupai itu.

Kenyataannya ialah Arsene Wenger terlalu ragu dengan taktiknya sendiri. Wenger menginstruksikan anak buahnya bermain menyerang namun di ketika bersamaan tidak berani memasang garis pertahanan yang tinggi. Alhasil terjadi kesenjangan jarak yang cukup lebar antara lini tengah dan lini belakang yang jadinya berhasil dimanfaatkan dengan tepat oleh pasukan Pep Guardiola.

Namun, itu semua ialah masa lalu. Sekarang Unai Emery sudah ditunjuk sebagai manajer gres Arsenal dan itu artinya taktikpun akan ikut berubah. Secara sepintas, taktik ala Emery tak jauh beda dengan taktik yang sering digunakan oleh Guardiola. Dengan denah dasar 4-3-3, Emery sering mengoptimalkan kinerja para pemain sayapnya untuk membuka pertahanan lawan. Terlebih dengan menerapkan garis pertahanan yang tinggi dan pressing yang ketat ketika kehilangan bola, Emery tampaknya tak buta dengan tren taktik modern yang banyak diperagakan oleh pelatih-pelatih papan atas dunia.

Salah satu kelemahan paling kentara dari tim yang suka memasang garis pertahanan tinggi ialah counter attack dari lawan yang mempunyai pemain sprinter. Kebetulan, kedua tim sama-sama mempunyai pemain bertipe menyerupai itu. Ya, kalau kedua tim kekeuh dengan seni administrasi menyerupai ini, bukan mustahil pertandingan ini akan berakhir dengan jual beli serangan dan gol yang cukup banyak.

Faktor pembeda dari berkelahi ini kemungkinan besar ialah pengalaman. Unai Emery, bagaimanapun, gres tiba ke sebuah tim yang gres saja lepas dari rezim berusia 22 tahun. Membutuhkan beberapa waktu untuk menyelaraskan keinginannya dengan kinerja faktual di atas lapangan, lagi-lagi, situasi ini persis menyerupai awal-awal kedatangan Guardiola dulu yang juga tak pribadi sanggup nyetel dengan para pemain. Berdasarkan faktor ini, maka sang juara bertahan seharusnya sanggup mencuri poin di Emirates Stadium.

Prediksi skor Arsenal vs Manchester City : 2-3
(hasil : Livescore)